Crochet : Membuat Selimut!

Jadi seperti yang pernah saya katakan sebelumnya di blog ini, kenapa saya belajar merajut adalah karena saya kepengen bikin selimut. Dan proyek ini sudah saya kerjakan sejak awal saya belajar crochet. Setahun yang lalu dan sampai sekarang nggak selesai-selesai. Sebabnya antara lain karena saya sempat bosan merajut, terus sibuk dengan urusan lain juga, atau saya merajut tapi tergoda untuk nyoba bikin amigurumi, bikin casing hape…akhirnya proyek impian saya untuk bikin selimut tertunda. Btw merajut membuat saya lebih sabar dan jarang marah, dan mengurangi rokok. Karena rokok berkurang ( 1 bungkus = 1 minggu, sampe ampang rasa rokoknya ahaha), maka bangun pagi juga lebih segar. Ini saya lho ya, mungkin kasusnya beda lagi untuk orang lain. Dan saya tidak sedang kampanye anti rokok. Merokok boleh-boleh saja asal tau tempat dan sadar kondisi keuangan dan kesehatan masing-masing. Hehehehe….

Meet Polyando

Image

Untuk selimut ini, saya pakai benang bernama Polyando, yang dikeluarkan oleh merk benang Excellia. Tidak seperti benang-benang lain yang banyak dipasaran dan biasanya satu pabrik tapi dimerk-in beda-beda, Polyando hanya ada dari Excellia, dan hanya Excellia yang punya benang jenis ini setahu saya sampai sekarang. Benang ini adalah benang yang pertama kali saya pakai waktu belajar merajut. Belinya dulu di Toko Satria, harganya (dulu) saya inget Rp 16.000,00 per gulung. Waktu itu saya beli benang ini dengan polosnya karena masih newbie dalam dunia merajut. Saya pikir untuk benang, harga segitu nggak mahal-mahal amat. Eh tapi semakin saya mempelajari berbagai jenis benang (lokal) ternyata untuk ukuran benang produksi dalam negeri, harga Excellia Polyando cukup mahal. Tapi saya sudah terlanjur jatuh cinta sama benang ini, menurut saya dibanding katun bali, rayon, poly, dan lainnya, benang ini paling enak di tangan. Nah sekarang harganya sudah beda. Di Toko Satria sudah nggak ada (stok lagi kosong), akhirnya saya dapat di Victory, Jl. Dr. Cipto dan harganya Rp 18.000 per gulung! Sebagai pembanding, harga katun bali di toko yang sama masih Rp 9.000 saja. Hehehe…tapi gimana dong, udah terlanjur suka.

Itu pula sebenarnya yang membuat saya ingin melanjutkan bikin selimut, karena benangnya mahal. Jadi sayang kalau cuma dibikin barang kecil-kecil yang bakal terbuang. Kalau selimut, harapan saya sih bisa saya bawa ke Jerman besok, terus diturunkan ke anak cucu. Amin. Oh iya, saya juga sedang menahan diri untuk nggak coba-coba beli benang impor. Tergoda sih sebenernya, pengen nyobain. Tapi sebentar lagi saya juga dapat kesempatan untuk beli benang ‘impor’ sebanyak-banyaknya (amin lagi). Hehehe…

Benang Polyando ini sudah agak langka di Semarang, makanya setiap ada uang saya selalu nengok ke Satria atau Victory. Untungnya kayaknya di Victory yang beli benang ini cuma saya deh. Hehehe…tapi selalu ada toko online di Facebook. Salah satunya MyHobby Craft Rajut – Crochet yang menjual benang Excellia Polyando. Harganya Rp 15.000 saja per gulung! Dan toko itu menjual crochet hooks kayak punya Katy Perry, 1 set bermerk Susan Bates. Huwawwww….(pengen, tapi sold out). And yes, Katy Perry also crochets….how cool is that? Well since I am a KatyCat, I am so excited about it haha!

Image

See thattt, KatyCat??

Basic Granny and Daisy Granny

Saya selalu suka segala sesuatu yang kecil-kecil dan warna-warni. Makanya di rumah saya ini banyak barang nggak penting yang kecil, banyak, dan warna-warni. Hihihi…untuk selimut ini saya pakai dua macam granny square, yang satu basic, yang satu daisy. Tutorial untuk keduanya bisa ditemukan di sini dan di sini. Saya terpikir untuk pakai granny square dengan pola lain, tapi belum nemu yang lucu. Oh iya, saya mungkin mau coba bikin sunburst, dan melihat kemungkinan apakah bisa disambung with the rest of the squares. Untuk menyambungnya saya pakai teknik join as you go. Tadinya pengen pakai single crochet aja tapi kok pengen memperkaya teknik, jadinya saya coba pakai metode as you go itu. Saya juga learning as I go, makanya pola selimut keseluruhannya nggak teratur dan nggak berpola haha…pokoknya begitu bikin kotakan baru, langsung sambung aja. Berikut adalah foto-fotonya…

Image

Join as you go

Image

My fav part of the blanket so far

Image

Daisy-nya awalnya agak fail karena tekniknya salah sedikit….(foto atasnya adalah daisy yang sukses)

Image

Gara-gara berhenti lama jadinya nggak selesai-selesai padahal udah setahun haahahah….

Sekian dulu ya…saya sebenernya berharap ada lebih banyak blog dan tutorial soal merajut yang dibuat oleh orang Indonesia, karena kebanyakan kan yang bikin orang luar ya…tapi lebih baik kita mulai dari diri sendiri. Hehe…ayo rajin-rajin merajut dan berbagi mengenai rajutan! Kapan-kapan kalau udah pede saya mau bikin tutorial deh 😀

Advertisements