Pameran!

Sekitar bulan November tahun lalu, Bu Inge dari Widya Mitra memperkenalkan saya pada seorang seniman mozaik dari Belanda bernama Lilian Faustle. Awalnya kami hanya berkenalan lewat facebook, dan dari facebook pula saya melihat hasil karya Lilian, which is super amazing! Lilian sangat ahli memadupadankan batu berwarna-warni. Dan karya-karya dia sangat beragam, mulai dari vas bunga, cermin, dinding kamar mandi sampai nisan! Nah, tidak lama kemudian, Lilian datang ke Indonesia, tepatnya ke Semarang. Lalu saya sempat beberapa kali bertemu dia dan main ke rumah kontrakannya. Lilian sempet ngontrak sama pacarnya di daerah Sampangan, sebelum akhirnya mereka berdua pindah for good ke Amsterdam. And they are expecting for a baby now! I hope I can visit them and the baby on September ๐Ÿ™‚. Anyway, sejak awal ketemu Lilian di Widya Mitra, Bu Inge langsung usul mengenai kemungkinan kami berdua untuk pameran bersama. Ketika itu saya mikir, pameran? Saya kan bukan seniman (dan ya, saya memang bukan seniman).

Tapi saya menyanggupinya, salah satu alasannya adalah karena Lilian sudah membawakan saya kain-kain dari Belanda -traditional Dutch fabric- yang dia beli khusus untuk ngoleh-ngolehi saya. Traditional dutch fabric itu kain-kain yang biasa kita lihat di pakaian tradisional Belanda, yang kaya di kemasan susu cap nona itu, if I’m not mistaken. Dan akhirnya mulailah saya berpikir: bikin apa ya? Pertama kali sempet agak tertekan dengan bayangan bahwa kalau mau pameran berarti harus menyajikan karya yang punya ideologi, ada ceritanya, ada pesannya, ada maksudnya, kalau perlu agak sedikit berbau politik, ada aroma-aroma protes pada dunia ,tapi….kayaknya itu bukan saya. So let’s just have fun! Ahahaha…

traditional Dutch fabric yang dibawain Lilian dari Belanda

Akhirnya saya membuat karya yang kalau kata anak sekarang istilahnya “unyu-unyu” alias lucu-lucu. And I love colors! Jadi ya, sepertinya semua karya saya berwarna-warni. And for the record, susah sekali menjadi seorang “seniman” yang orisinil. Apalagi seiring dengan kemajuan teknologi informasi (ceilah…) banyak karya-karya dari sesama crafter yang dengan mudah bisa saya lihat di internet. Hmm…tapi beberapa karya saya memang bukan yang keluar begitu saja dari kepala, ada yang diinspirasi oleh ilustrasi buku anak-anak. Biasanya saya gugling, or simply liat-liat bukunya si Tere ๐Ÿ˜€

Salah satu hal yang saya sukai dari mempersiapkan karya untuk pameran ini adalah saya bisa berkarya dengan bebas. Rasanya berbeda dengan membuat patchwork untuk pesanan tas. Karya-karya saya untuk pameran ini benar-benar tidak memiliki batasan, saya senang bisa dengan bebas menempelkan kain, renda dan kancing tanpa harus berpikir : orang suka nggak ya? Cucuk nggak ya sama harganya? Dan seterusnya. Walaupun kadang-kadang buntu juga, just like writers who have writer’s block. Crafters do have their own blocks. Tapi saya kasih tau sebuah rahasia yang membuat saya selalu berhasil keluar dari lubang kebuntuan. Jeng..jeng…rahasianya adalah : polkadot merah!!! Ya, percaya atau tidak, di setiap kebuntuan, kain dengan motif ini akan menyelamatkan setiap karya kerajinan tangan anda. Once I feel that my work is awful, I just simply add this red polka within. Hehehe…kreatif nggak kreatif sih…but it works!

polka!

sneak peak : burung-burung batik, mau bikin 100! Wish me luck!

Oh iya, untuk pameran yang insaowoh akan diselenggarakan bulan Juli besok, pacar Lilian, si Komo akan ikut berpartisipasi. Bahkan kami bertiga sudah berhasil membuat karya bersama yang akan menjadi center piece dari pameran itu. Untuk melihat seperti apa karya-karya saya (dah karya kami), silahkan main ke Semarang besok Juli!

Di tulisan ini juga, saya ingin berterimakasih yang sedalam-dalamnya pada Lilian Faustle, Mas Koes Komo dan Bu Inge untuk semua dukungan dan kepercayaannya. Happy Rose, Juvin Art Souvenir, dan online shop lain sebagai penyedia bahan-bahan kebutuhan berkesenian ini. James Blunt, “Tangled”, Bruno Mars, Taio Cruz, Maya Saban, Lenka dan Sheila on 7 yang menemani most of my sewing times this past weeks.

 

Advertisements